KANKER RAHIM…AWAS MENGANCAM WANITA INDONESIA

Mari kita membahas mengenai penyebab dan gejala kanker leher rahim, tapi sebelumnya kita perlu tahu apa sich kanker leher rahim tersebut? “Kanker leher rahim” adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah leher rahim (serviks), yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang senggama (vagina).

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:18.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; font-weight:bold;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}
KANKER RAHIM

Female_anatomy
Kanker lehar rahim terjadi jika sel-sel yang ada di daerah tersebut membelah secara tak terkendali dan menjadi abnormal. Jika sel-sel tersebut terus membelah, maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor. “Tumor” dapat bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut menjadi ganas, maka keadaanya disebut sebagai kanker leher rahim.

Penyebab kanker leher rahim
Penyebab dari terjadinya kelainan pada sel-sel leher rahim tersebut tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang dapat berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks tersebut :

1. HPV (Human Papilloma Virus)

HPV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan terjadinya kutil pada daerah genital (kondiloma akuminata), yang ditularkan melalui hubungan seksual. HPV sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
2. Merokok
Tembakau dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.
3. Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini

Hubungan atau kontak seksual pada usia di bawah 17 tahun merangsang tumbuhnya sel kanker pada alat kandungan perempuan, karena pada rentang usia 12 hingga 17 tahun, perubahan sel dalam mulut rahim sedang aktif sekali. Demikian diungkapkan seorang ahli kebidanan.

“Saat sel sedang membelah secara aktif (metaplasi) idealnya tidak terjadi kontaks atau rangsangan apa pun dari luar, termasuk injus (masuknya) benda asing dalam tubuh perempuan,” kata dr Teti Ernawati dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, adanya benda asing, termasuk alat kelamin laki-laki dan sel sperma, akan mengakibatkan perkembangan sel ke arah abnormal. Apalagi kalau sampai terjadi luka yang mengakibatkan infeksi dalam rahim.

Sel abnormal dalam mulut rahim itu dapat mengakibatkan kanker mulut rahim (serviks). Kanker serviks menyerang alat kandungan perempuan, berawal dari mulut rahim dan berisiko menyebar ke vagina hingga keluar di permukaan, katanya.

Selain itu, kanker serviks juga berisiko menyebar ke organ lain di dalam tubuh, misalnya uterus, ovarium, tuba fallopi, ginjal, paru-paru, lever, tulang hingga otak, katanya.

“Jika telah mencapai stadium lanjut dan menyebar ke organ tubuh lain, maka kanker serviks dapat mengakibatkan kematian,” ujarnya.

“Penderita stadium lanjut umumnya harus mengangkat organ alat kandungan dan kemungkinan mempunyai anak menjadi tidak mungkin,” katanya.

Di dunia, terdapat sekitar 100 jenis strain virus penyebab kanker serviks, yaitu virus HPV (Human Papilloma Virus). Dan strain terganas adalah tipe 16 dan 18.

Gejala yang sering muncul pada penderita biasanya timbulnya keputihan yang berbau dan berulang-ulang serta terjadi pendarahan di bagian kemaluan saat tidak sedang haid.

Karena itu, Teti menganjurkan bagi perempuan untuk menikah setelah berusia 17 tahun lebih dan menerapkan perilaku seksual yang sehat.

“Hindari seks bebas dan gonta-ganti pasangan,” katanya.

Selain itu, perlu dilakukan deteksi dini untuk mencegah terjadinya kanker serviks stadium lanjut, salah satunya dengan melakukan tes pap (pap smear).


4. Berganti-ganti pasangan seksual

5. Gangguan sistem kekebalan tubuh
6. Pemakaian pil KB
7. Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun

Hubungan sex diluar nikah membawa cukup banyak dampak negatif bagi diri pelaku maupun lingkungan sekitar. Mulai dari kemungkinan tertular penyakit, hingga kehamilan diluar nikah. Hal ini juga menyebabkan/berdampak pula pada tingginya tingkat aborsi. Padahal perbuatan aborsi, juga memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan dari perempuan itu sendiri. Berikut ini resiko yang terjadi jika melakukan aborsi khususnya remaja:

  1. Kematian karena terlalu banyak pendarahan
  2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
  3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
  4. Sobeknya rahim (Uterine Perforation)
  5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
  6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
  7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
  8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
  9. Kanker hati (Liver Cancer)

10.  Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.

11.  Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)

12.  Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)

13.  Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

14.  Infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase (secara medis) yang dilakukan secara tak steril. Hal ini membuat remaja mengalami kemandulan dikemudian hari setelah menikah.

15.  Pendarahan sehingga remaja dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologist. Selain itu pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau keduanya

16.  Resiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya dinding rahim akibat kuretase. Kemandulan oleh karena robeknya rahim, resiko infeksi, resiko shock sampai resiko kematian ibu dan anak yang dikandungnya.

17.  Terjadinya fistula genital traumatis adalah suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan yang secara normal tidak ada.

Gejala Kanker Leher Rahim
Pada awalnya perjalanan penyakit dari kanker leher rahim dapat berupa pembakal kanker atau lesi prakanker. Perubahan prekanker ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul atau pap smear.

Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya. Pada saat ini dapat timbul gejala seperti gangguan menstruasi, perdarahan vagina, serta keputihan.

Jika kanker berkembang makin lanjut maka dapat timbul gejala-gejala seperti:
• Berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan
• Nyeri panggul, punggung dan tungkai
• Keluar air kemih dan tinja dari vagina
• Patah tulang

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kenali dini diri dan tubuh anda, termasuk pencegahan kanker leher rahim ini.

Ada hubungan erat antara kanker leher rahim dan Human Papilloma Virus (HPV). Jika virus ini menginfeksi perempuan, ada kemungkinan berisiko menjadi kanker leher rahim.  Kanker leher rahim disebabkan oleh HPV atau Human Papilloma Virus. Virus itu bisa dicegah dengan vaksinasi sejak dini, yaitu sejak usia remaja.

HPV berpotensi menular lewat kontak kelamin. Di antaranya tentu saja lewat hubungan seks. Soal vaksinasi dan tetek bengek seputar kanker leher rahim, remaja putri harus sudah mendapatkan penjelasan yang cukup dari dokter dan kedua orangtua mengenai hal ini agar dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya kanker leher rahim.

Vaksinasi Wajib
Sebagai orangtua, tentu akan mengambil langkah apa pun secepat mungkin yang terbaik untuk anak. Tentu khawatir mengenai bahaya kanker rahim dan bila sudah ada pencegahannya, kenapa itu tidak dilakukan?

Remaja putri merupakan target ideal untuk mendapatkan vaksinasi kanker leher rahim. “Sebenarnya vaksinasi ini bisa diberikan kepada perempuan segala umur, tetapi ada syaratnya, yaitu tidak ada kontak seksual, kondisi leher rahim normal, dan tak ada lesi pra kanker. Di Amerika Serikat, usia ideal perempuan untuk divaksinasi 9 hingga 13 tahun, mungkin di Indonesia dari 14 hingga 27 tahun,” papar Dr. Nugroho.

Pemberian vaksin dilakukan tiga kali berturut-turut. Setelah vaksin pertama, dua bulan berikutnya pasien hares kembali untuk vaksinasi kedua. Vaksin ketiga atau terakhir berjarak enam bulan kemudian.

Harga per suntikan vaksin Rp 950 ribu hingga satu juta. “Itu belum biaya lain-lain,” ujar Dr. Nugroho. Memang diakuinya mahal dan saat ini baru bisa dijangkau kalangan menengah ke atas.

“Di masa depan vaksinasi jenis ini jadi sebuah kewajiban di negara maju seperti di AS. Saya yakin karena masuk vaksinasi wajib, kelak harganya bakal turun seperti dalam kasus vaksin hepatitis B,” katanya.

Ditularkan Pria
Diakui oleh Dr. Nugroho, vaksinasi itu hanya mencegah HPV jenis 16 dan 18 yang berisiko menyebabkan kanker leher rahim. “Vaksin ini tidak bisa membunuh 30 hingga 40 HPV yang menyerang organ reproduksi dari 120 jenis yang telah diketahui. Namun, ada juga beberapa jenis HPV yang ikut tercegah berkat vaksinasi ini,” ungkapnya.

Cara penularan HPV bisa melalui jalur seks dan non-seks. Jalur seks terjadi lewat kontak alat kelamin, baik lewat hubungan seks ataupun seks oral. Jalur non-seks terjadi lewat baju dalam, sarung tangan operasi, maupun kelahiran normal lewat vagina. Dalam hal ini virus berpindah ke bayi dari vagina lewat saluran pernapasan bayi.

Infeksi HPV ini, menurut Dr. Nugroho, tergolong dalam penyakit menular seksual (PMS). Lebih dari 75 persen wanita yang berhubungan intim pernah terinfeksi virus HPV. Puncak infeksi ini terjadi antara umur 18 hingga 22 tahun. Infeksi itu meningkat berlipat-lipat risikonya jika sering berganti pasangan. “Ingatlah pula bahwa pria juga dapat menularkan HPV,” sebutnya.

Infeksi ini bisa pula terjadi pada diri Anda. Bila itu terjadi, virus HPV 80 persen akan dibersihkan lewat sistem kekebalan tubuh. Sisanya kemungkinan menjadi Infeksi menetap di dalam tubuh dan berisiko kanker leher rahim.

Meskipun sudah divaksinasi, tes pap smear tetap disarankan oleh Dr. Nugroho. “Jika Anda sudah menikah atau melakukan hubngan seks, lakukan pap smear secara teratur,” katanya. Pap smear adalah prosedur pengambilan sel dari leher rahim untuk diperiksa mikroskop demi mendeteksi adanya kelainan pada leher rahim.

Vaksinasi dan pap smear bersamaan dengan edukasi soal kanker leher rahim itu merupakan langkah pencegahan kanker tersebut. “Dari data rumah sakit, kanker leher rahim merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Dari data populasi, kanker payudara nomor satu di Indonesia,” katanya.

Menurut data WHO setiap tahun di seluruh dunia 490 ribu perempuan didiagnosis menderita kanker leher rahim. Sebagian besar penderita kanker itu ada di negara-negara berkembang. Dari angka 490 ribu, 240 ribu di antaranya meninggal dunia.

Kenali Organ Reproduksi Anda
Serviks adalah organ bagian dari sistem reproduksi perempuan. Ini merupakan bagian bawah dari uterus alias rahim yang berbentuk seperti buah pir. Leher rahim ini merupakan penghubung rahim dengan vagina. Lewat saluran leher rahim ini darah menstruasi mengalir setiap bulan keluar lewat vagina.

Serviks jugs memproduksi lendir. Lendir ini bertugas membantu sperma berpindah dari vagina menuju rahim. Selama kehamilan, serviks tertutup rapat demi melindungi bayi di dalam rahim. Ketika bayi sudah siap dilahirkan, leher rahim ini membuka, sehingga bayi mampu melewati vagina.

Gejala yang menunjukkan kemungkinan adanya Kanker Leher Rahim :

  • Perdarahan tidak normal
  • Perdarahan sesudah berhubungan intim.
  • Perdarahan abnormal di luar waktu haid.
  • Perdarahan sesudah menopause.
  • Keluar cairan kekuningan dan bau dari vagina
  • Sakit atau nyeri
  • Nyeri pada pinggul.
  • Nyeri pada kaki

Mari kita membahas mengenai penyebab dan gejala kanker leher rahim, tapi sebelumnya kita perlu tahu apa sich kanker leher rahim tersebut? “Kanker leher rahim” adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah leher rahim (serviks), yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang senggama (vagina).

Kanker lehar rahim terjadi jika sel-sel yang ada di daerah tersebut membelah secara tak terkendali dan menjadi abnormal. Jika sel-sel tersebut terus membelah, maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor. “Tumor” dapat bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut menjadi ganas, maka keadaanya disebut sebagai kanker leher rahim.

Penyebab kanker leher rahim
Penyebab dari terjadinya kelainan pada sel-sel leher rahim tersebut tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang dapat berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks tersebut :

1. HPV (Human Papilloma Virus)

HPV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan terjadinya kutil pada daerah genital (kondiloma akuminata), yang ditularkan melalui hubungan seksual. HPV sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
2. Merokok
Tembakau dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.
3. Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini

Hubungan atau kontak seksual pada usia di bawah 17 tahun merangsang tumbuhnya sel kanker pada alat kandungan perempuan, karena pada rentang usia 12 hingga 17 tahun, perubahan sel dalam mulut rahim sedang aktif sekali. Demikian diungkapkan seorang ahli kebidanan.

“Saat sel sedang membelah secara aktif (metaplasi) idealnya tidak terjadi kontaks atau rangsangan apa pun dari luar, termasuk injus (masuknya) benda asing dalam tubuh perempuan,” kata dr Teti Ernawati dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, adanya benda asing, termasuk alat kelamin laki-laki dan sel sperma, akan mengakibatkan perkembangan sel ke arah abnormal. Apalagi kalau sampai terjadi luka yang mengakibatkan infeksi dalam rahim.

Sel abnormal dalam mulut rahim itu dapat mengakibatkan kanker mulut rahim (serviks). Kanker serviks menyerang alat kandungan perempuan, berawal dari mulut rahim dan berisiko menyebar ke vagina hingga keluar di permukaan, katanya.

Selain itu, kanker serviks juga berisiko menyebar ke organ lain di dalam tubuh, misalnya uterus, ovarium, tuba fallopi, ginjal, paru-paru, lever, tulang hingga otak, katanya.

“Jika telah mencapai stadium lanjut dan menyebar ke organ tubuh lain, maka kanker serviks dapat mengakibatkan kematian,” ujarnya.

“Penderita stadium lanjut umumnya harus mengangkat organ alat kandungan dan kemungkinan mempunyai anak menjadi tidak mungkin,” katanya.

Di dunia, terdapat sekitar 100 jenis strain virus penyebab kanker serviks, yaitu virus HPV (Human Papilloma Virus). Dan strain terganas adalah tipe 16 dan 18.

Gejala yang sering muncul pada penderita biasanya timbulnya keputihan yang berbau dan berulang-ulang serta terjadi pendarahan di bagian kemaluan saat tidak sedang haid.

Karena itu, Teti menganjurkan bagi perempuan untuk menikah setelah berusia 17 tahun lebih dan menerapkan perilaku seksual yang sehat.

“Hindari seks bebas dan gonta-ganti pasangan,” katanya.

Selain itu, perlu dilakukan deteksi dini untuk mencegah terjadinya kanker serviks stadium lanjut, salah satunya dengan melakukan tes pap (pap smear).


4. Berganti-ganti pasangan seksual

5. Gangguan sistem kekebalan tubuh
6. Pemakaian pil KB
7. Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun

Hubungan sex diluar nikah membawa cukup banyak dampak negatif bagi diri pelaku maupun lingkungan sekitar. Mulai dari kemungkinan tertular penyakit, hingga kehamilan diluar nikah. Hal ini juga menyebabkan/berdampak pula pada tingginya tingkat aborsi. Padahal perbuatan aborsi, juga memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan dari perempuan itu sendiri. Berikut ini resiko yang terjadi jika melakukan aborsi khususnya remaja:

1. Kematian karena terlalu banyak pendarahan

2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal

3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.

4. Sobeknya rahim (Uterine Perforation)

5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.

6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)

7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)

8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)

9. Kanker hati (Liver Cancer)

10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.

11. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)

12. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)

13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

14. Infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase (secara medis) yang dilakukan secara tak steril. Hal ini membuat remaja mengalami kemandulan dikemudian hari setelah menikah.

15. Pendarahan sehingga remaja dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologist. Selain itu pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau keduanya

16. Resiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya dinding rahim akibat kuretase. Kemandulan oleh karena robeknya rahim, resiko infeksi, resiko shock sampai resiko kematian ibu dan anak yang dikandungnya.

17. Terjadinya fistula genital traumatis adalah suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan yang secara normal tidak ada.

Gejala Kanker Leher Rahim
Pada awalnya perjalanan penyakit dari kanker leher rahim dapat berupa pembakal kanker atau lesi prakanker. Perubahan prekanker ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul atau pap smear.

Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya. Pada saat ini dapat timbul gejala seperti gangguan menstruasi, perdarahan vagina, serta keputihan.

Jika kanker berkembang makin lanjut maka dapat timbul gejala-gejala seperti:
• Berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan
• Nyeri panggul, punggung dan tungkai
• Keluar air kemih dan tinja dari vagina
• Patah tulang

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kenali dini diri dan tubuh anda, termasuk pencegahan kanker leher rahim ini.

Ada hubungan erat antara kanker leher rahim dan Human Papilloma Virus (HPV). Jika virus ini menginfeksi perempuan, ada kemungkinan berisiko menjadi kanker leher rahim.  Kanker leher rahim disebabkan oleh HPV atau Human Papilloma Virus. Virus itu bisa dicegah dengan vaksinasi sejak dini, yaitu sejak usia remaja.

HPV berpotensi menular lewat kontak kelamin. Di antaranya tentu saja lewat hubungan seks. Soal vaksinasi dan tetek bengek seputar kanker leher rahim, remaja putri harus sudah mendapatkan penjelasan yang cukup dari dokter dan kedua orangtua mengenai hal ini agar dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya kanker leher rahim.

Vaksinasi Wajib
Sebagai orangtua, tentu akan mengambil langkah apa pun secepat mungkin yang terbaik untuk anak. Tentu khawatir mengenai bahaya kanker rahim dan bila sudah ada pencegahannya, kenapa itu tidak dilakukan?

Remaja putri merupakan target ideal untuk mendapatkan vaksinasi kanker leher rahim. “Sebenarnya vaksinasi ini bisa diberikan kepada perempuan segala umur, tetapi ada syaratnya, yaitu tidak ada kontak seksual, kondisi leher rahim normal, dan tak ada lesi pra kanker. Di Amerika Serikat, usia ideal perempuan untuk divaksinasi 9 hingga 13 tahun, mungkin di Indonesia dari 14 hingga 27 tahun,” papar Dr. Nugroho.

Pemberian vaksin dilakukan tiga kali berturut-turut. Setelah vaksin pertama, dua bulan berikutnya pasien hares kembali untuk vaksinasi kedua. Vaksin ketiga atau terakhir berjarak enam bulan kemudian.

Harga per suntikan vaksin Rp 950 ribu hingga satu juta. “Itu belum biaya lain-lain,” ujar Dr. Nugroho. Memang diakuinya mahal dan saat ini baru bisa dijangkau kalangan menengah ke atas.

“Di masa depan vaksinasi jenis ini jadi sebuah kewajiban di negara maju seperti di AS. Saya yakin karena masuk vaksinasi wajib, kelak harganya bakal turun seperti dalam kasus vaksin hepatitis B,” katanya.

Ditularkan Pria
Diakui oleh Dr. Nugroho, vaksinasi itu hanya mencegah HPV jenis 16 dan 18 yang berisiko menyebabkan kanker leher rahim. “Vaksin ini tidak bisa membunuh 30 hingga 40 HPV yang menyerang organ reproduksi dari 120 jenis yang telah diketahui. Namun, ada juga beberapa jenis HPV yang ikut tercegah berkat vaksinasi ini,” ungkapnya.

Cara penularan HPV bisa melalui jalur seks dan non-seks. Jalur seks terjadi lewat kontak alat kelamin, baik lewat hubungan seks ataupun seks oral. Jalur non-seks terjadi lewat baju dalam, sarung tangan operasi, maupun kelahiran normal lewat vagina. Dalam hal ini virus berpindah ke bayi dari vagina lewat saluran pernapasan bayi.

Infeksi HPV ini, menurut Dr. Nugroho, tergolong dalam penyakit menular seksual (PMS). Lebih dari 75 persen wanita yang berhubungan intim pernah terinfeksi virus HPV. Puncak infeksi ini terjadi antara umur 18 hingga 22 tahun. Infeksi itu meningkat berlipat-lipat risikonya jika sering berganti pasangan. “Ingatlah pula bahwa pria juga dapat menularkan HPV,” sebutnya.

Infeksi ini bisa pula terjadi pada diri Anda. Bila itu terjadi, virus HPV 80 persen akan dibersihkan lewat sistem kekebalan tubuh. Sisanya kemungkinan menjadi Infeksi menetap di dalam tubuh dan berisiko kanker leher rahim.

Meskipun sudah divaksinasi, tes pap smear tetap disarankan oleh Dr. Nugroho. “Jika Anda sudah menikah atau melakukan hubngan seks, lakukan pap smear secara teratur,” katanya. Pap smear adalah prosedur pengambilan sel dari leher rahim untuk diperiksa mikroskop demi mendeteksi adanya kelainan pada leher rahim.

Vaksinasi dan pap smear bersamaan dengan edukasi soal kanker leher rahim itu merupakan langkah pencegahan kanker tersebut. “Dari data rumah sakit, kanker leher rahim merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Dari data populasi, kanker payudara nomor satu di Indonesia,” katanya.

Menurut data WHO setiap tahun di seluruh dunia 490 ribu perempuan didiagnosis menderita kanker leher rahim. Sebagian besar penderita kanker itu ada di negara-negara berkembang. Dari angka 490 ribu, 240 ribu di antaranya meninggal dunia.

Kenali Organ Reproduksi Anda
Serviks adalah organ bagian dari sistem reproduksi perempuan. Ini merupakan bagian bawah dari uterus alias rahim yang berbentuk seperti buah pir. Leher rahim ini merupakan penghubung rahim dengan vagina. Lewat saluran leher rahim ini darah menstruasi mengalir setiap bulan keluar lewat vagina.

Serviks jugs memproduksi lendir. Lendir ini bertugas membantu sperma berpindah dari vagina menuju rahim. Selama kehamilan, serviks tertutup rapat demi melindungi bayi di dalam rahim. Ketika bayi sudah siap dilahirkan, leher rahim ini membuka, sehingga bayi mampu melewati vagina.

Gejala yang menunjukkan kemungkinan adanya Kanker Leher Rahim :

· Perdarahan tidak normal

· Perdarahan sesudah berhubungan intim.

· Perdarahan abnormal di luar waktu haid.

· Perdarahan sesudah menopause.

· Keluar cairan kekuningan dan bau dari vagina

· Sakit atau nyeri

· Nyeri pada pinggul.

· Nyeri pada kaki

Ungkapkan pendapat Anda