Kumpulan Artikel Tentang : TIDUR UNTUK BAYI DAN ORANG DEWASA

Tidur adalah normal, proses alamiah dan merupakan kondisi istirahat yang diperlukan oleh manusia secara reguler. Keadaan tidur ini ditandai oleh berkurangnya gerakan tubuh dan penurunan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitarnya.Meskipun banyak ahli yang mengerti mengenai mekanisme tidur dan apa yang terjadi pada otak dan tubuh selama tidur, tetapi masih belum diketahui dengan pasti mengapa kita perlu tidur. Beberpa ahli percaya bahwa tidur akan memberikan ketenangan dan memulihkan stamina atau energinya (energy conservation), yang lain percaya, tidur merupakan proses pemulihan fungsi otak dan tubuhnya (restorative function), dan yang lainya lagi beranggapan bahwa tidur merupakan proses penyesuaian (adaptive) untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

Fisiologi Dasar Tidur

Tahapan tidur pada anak dan orang dewasa ternyata terdapat pula pada bayi baru lahir yaitu, tidur tenang atau nonREM (non rapid eye movement) dan tidur aktif atau REM. Pada bayi normal, anak dan orang dewasa mempunyai periode REM dan nonREM yang berubah-ubah beberapa kali selama tidur malam hari.

Pada masa bayi, terjadi beberapa perubahan. Pola siklus tidur-bangun baru jelas terlihat pada umur 3-4 bulan, dimana proporsi tidur mulai lebih banyak pada malam hari. Umumnya morning naps berhenti pada umur 1 tahun dan afternoon naps terus berlangsung hingga umur 3 tahun. Pada akhirnya jumlah total tidur menurun bertahap selama periode anak-anak. Perkembangan tidur ini berkaitan dengan umur dan bertambah besarnya anak (maturitas otak), maka jumlah total tidur ynag diperlukan berkurang dan diikuti dengan penurunan proporsi REM dan nonREM. Dari rata-rata 16,5 jam pada umur 1 minggu, 14 jam pada umur satu tahun, 13 jam pada umur 2 tahun, 11 jam pada umur 5 tahun dan 10 jam pada umur 9 tahun.

Tidur nonREM

Tidur nonREM terdiri dari 4 tahap, dimana setiap tahapnya mempunyai ciri tersendiri.

Tahap 1. Tidur tahap I terjadi bila merasakan ngantuk dan mulai tertidur. Jika telepon berbunyi atau ada sesuatu sampai terbangun, sering kali tidak merasakan bahwa sebenarnya kita telah tertidur. Gelombang listrik otak memperlihatkan ‘gelombang alfa’dengan penurunan voltase. Tahap I ini berlangsung 30 detik sampai 5 menit pertama dari siklus tidur.

Tahap 2. Selama tidur tahap dua, seluruh tubuh kita seperti berada pada tahap tidur yang
lebih dalam. Tidur masih mudah dibangunkan, meskipun kita benar-benar berada dalam keadaan tidur. Gambaran EEG memperlihatkan gelombang berfrekuensi 14-18 siklus per detik, dan ini dinamakan gelombang tidur (sleep spindle). Periode tahap 2 berlangsung dari 10 sampai 40 menit. Kadang-kadang selama tahap tidur 2 seseorang dapat terbangun karena sentakan tiba-tiba dari ekstremitas tubuhnya. Ini normal. Kejadian sentakan ini, sebagai akibat masuknya tahapan REM.

Tahap 3 dan 4
. Tahap ini merupakan tahap tidur dalam. Pada tahap 3, Orang yang tertidur cukup pulas, rileks sekali karena tonus otot lenyap sama sekali, dan EEG memperlihatkan gelombang lambat delta (20-50%). Tahap 4 adalah tidur paling nyenyak, tanpa mimpi dan sulit dibangunkan, dan orang akan binggung bila terbangun langsung dari tahap ini, dan memerlukan waktu beberapa menit untuk meresponnya. EEG memperlihatkan dominasi gelombang delta (>50%) dan gelombang tidur (sleep spindle) sulit didapat. Orang yang tidur pada ke dua tahap ini, pola pernafasan dan denyut jantungnya teratur. Kadang-kadang pada bayi timbul keringat banyak. Setelah periode ini, suatu saat kembali ke tidur tahap 2 sebelum masuk ke periode tidur REM. Pada tahap ini, diproduksi hormon pertumbuhan guna memulihkan tubuh, memperbaiki sel, membangun otot dan jaringan pendukung. Perasaan enak dan segar setelah tidur nyenyak, setidak-tidaknya disebabkan karena hormon pertumbuhan bekerja baik.

Tidur REM

Tidur REM. Tahap tidur REM sangat berbeda dari tidur nonREM. Tidur REM adalah tahapan tidur yang sangat aktif. Pola nafas dan denyut jantung tak teratur dan tidak terjadi pembentukan keringat. Selama tahap tidur nonREM bola mata tidak bergerak secepat tahap tidur REM, oleh karena itu tahap tidur ini disebut tidur REM. Kadang-kadang timbul twitching pada tangan, kaki, atau muka, dan pada laki-laki dapat timbul ereksi pada periode tidur REM. Walaupun ada aktivitas demikian orang masih tidur lelap dan sulit untuk dibangunkan. Sebagian besar anggota gerak tetap lemah dan rileks. Tahap tidur ini diduga berperan dalam memulihkan pikiran, menjernihkan rasa kuatir dan daya ingat dan mempertahankan fungsi sel-sel otak.

Siklus Tidur.

Siklus tidur pada orang dewasa biasanya terjadi setiap 90 menit. Pada 90 menit pertama seluruh tahapan tidurnya adalah nonREM. Setelah 90 menit, akan muncul periode tidur REM, yang kemudian kembali ke tahap tidur nonREM. Setelah itu hampir setiap 90 menit tahap tidur REM terjadi. Pada tahap awal tidur, periode REM sangat singkat, berlangsung hanya beberapa menit. Namun menjelang pagi hari sebagian besar tidur ada pada tahap REM. Hal ini menjelaskan mengapa sebagian besar orang ingat akan mimpinya bila terbangun pagi hari, dan juga menerangkan mengapa laki-laki bangun pada keadaan ereksi.

Bila terjadi gangguan tidur, periode REM akan muncul lebih awal pada malam itu, setelah kira-kira 30-40 menit. Orang juga akan mendapatkan tidur tahap3 & 4 lebih banyak , bila hari sebelumnya terjadi gangguan tidur. Selama tidur, tahapan tidur akan berpindah-pindah dari satu tahap ke tahapan yang lain, tanpa harus menuruti aturan yang biasanya terjadi. Artinya suatu malam, mungkin saja tidak ada tahap 3 atau 4. Tapi malam lainnya seluruh tahapan tidur akan didapatkannya.

Pola tidur bayi sangat berbeda dengan tidur pada anak, remaja, dan orang dewasa. Pola tidur pada bayi dimulai sejak di dalam kandungan, sebelum lahir. Fetus berumur 6 – 7 bulan masa gestasi, mengawali tidur dengan REM, segera kemudian diikuti tidur nonREM. Bayi dapat segera mulai tidur dengan REM, yang tidak biasa terjadi pada orang dewasa. Empat tahapan tidur nonREM pada bayi, baru terlihat jelas dengan teratur pada umur 6 bulan. Sedangkan ke empat tahapanya sendiri telah ada sebelum umur 3 bulan.

Mekanisme Tidur-Bangun di Otak

Tidur merupakan aktivitas dari area tertentu di otak yang menyebabkan tidur, daripada masukan sensorik yang menurun di korteks serebri. Stimulasi pada area ini akan menghasilkan tidur, sebaliknya kerusakan akan mengakibatkan gangguan tidur.

Siklus tidur-bangun dikontrol oleh aktivitas neuron di dalam sistem reticular activating system (RAS). RAS terdiri dari sistem retikularis batang otak, posterior hipotalamus dan basal otak depan. Mekanisme tidur-bangun ini sesungguhnya belum diketahui secara pasti. Aktivitas neuron di pons, mid brain, dan posterior hipotalamus penting untuk keadaan bangun. Sedangkan aktivitas di medulla sangat penting untuk stimulasi keadaan tidur. Siklus tidur-bangun ini mungkin terintegrasi di basal otak depan.

Terdapat pula mekanisme spesifik otak, yang dapat membangkitkan tidur nonREM dan tidur REM. Lesi di anterior hipotalamus dan area yang berdekatan dengan otak depan (basal otak depan) akan mengakibatkan insomnia yang berkepanjangan. Sebaliknya stimulasi kimia atau elektrik di basal otak depan akan menghasilkan tidur nonREM. Aktivitas neuron di area ini maksimal selama tidur nonREM, dan sangat kurang selama tidur REM dan keadaan bangun. Area lain yang diduga sebagai regulator tidur nonREM adalah nukleus traktus solitarius.

Lateral pons dan area retikularis di medial medulla merupakan area yang sangat aktive selama periode tidur REM dan sangat kurang active pada tidur nonREM. Sel-sel neuron di medula yang mengontrol tidur REM, diduga berpengaruh supresi terhadap tonus otot pada waktu tidur REM, yaitu melalui aktivasi neuron di batang otak dan inhibisi motorneuron di medula spinalis.

Secara farmakologik, kini sudah ada bukti bahwa tidur nonREM sangat berhubungan dengan mekanisme serotoninergik dan tidur REM dipengaruhi oleh mekanisme adrenergik. Sebagai contoh, pemberian serotonin dapat mengurangi latensi mula tidur secara bermakna, sebaliknya kerusakan area serotonin di pons akan menyebabkan insomnia. Injeksi asetilkolin ke dalam pons akan menimbulkan tidur REM. Sistem katekolamin (noradrenalin dan dopamine) juga mempunyai peran penting pada keadaan bangun dan tidur REM. Konsentrasi norepineprin dan serotonin di korkteks mencapai puncak pada waktu bangun, terendah dalam tidur REM dan intermediet pada tidur nonREM. Sebaliknya neuron kolinergik melepaskan asetilkolin dengan kadar yang tinggi pada tidur REM dan waktu bangun; dan terendah pada waktu tidur nonREM

Fungsi Endokrin Selama Tidur

Siklus tidur ini mempunyai kaitan-kaitan dengan hormon tubuh, seperti hormon pertumbuhan (growth hormon), prolaktin, dan kortisol. Hormon pertumbuhan disekresi pada awal periode tidur lelap, tahap 3 & 4 dan dihambat selama tidur REM. Hormon ini berfungsi merangsang pertumbuhan tulang panjang, tulang rawan dan jaringan lunak. Selain berperan juga mengatur metabolisme tubuh termasuk otak. Penting diketahui bahwa sekresi hormon ini mencapai puncaknya pada usia 5 tahun pertama, saat terjadi pacu tumbuh otak (brain growth spurts). Kadar prolaktin mencapai puncaknya antara jam 05.00 dan 07.00 pagi. Sekresi kortikosteroid yang biasanya terjadi selama malam hari, dapat berubah sesuai dengan siklus tidur-bangunnya. Bila pola tidur berubah, sekresi kortisol pada awalnya seperti semula, tetapi secara bertahap melakukan penyesuaian atau resinkronisasi dengan siklus yang baru.

Fluktuasi hormon selama tidur bergantung pada 3 faktor utama, yaitu irama sirkadian, siklus tidur-bangun dan tahapan tidur nonREM dan REM. Penyebab dari variasi ini masih belum diketahui dengan jelas. Sekresi horman kortisol dan adrenokortikotropik (ACTH) mengikuti irama sirkadian, dengan puncaknya di pagi hari (6-8 jam tidur sampai 1 jam setelah bangun tidur) dengan titik terendah pada larut malam. Thyrotropin-stimulating hormon juga berhubungan dengan irama sirkadian dengan puncaknya pada larut malam dan awal dari siklus tidur.

Meskipun puncak kadar aldosteron terjadi selama periode tidur lelap, namun tidak barkaitan secara khusus dengan tahapan tidur nonREM atau REM. Renin, meningkat selama tidur, tetapi menurun secara relatif selama tidur REM. Hormon pertumbuhan, prolaktin, luteinizing hormon (LH), dan testosteron berhubungan dengan tidur dan tahapan tidur. Kadar prolaktin pada laki-laki dan perempuan mencapai puncaknya selama siklus nonREM, dengan titik terendah pada tidur REM. Jika waktu tidur berubah, maka kadar puncak prolaktin segera berubah pula, dan mengikuti dengan pola tidur baru. Siklus sirkadian LH sangat berhubungan dengan tingkat maturitas seks pada kedua jenis kelamin. Pada anak prepubertal dan pubertal, sekresi LH meningkat selama periode tidur, dan puncaknya terjadi pada periode tidur REM. Oleh karena itu makin tinggi presentase tidur nonREM, makin rendah kadar LH nya.

Melatonin atau hormon tidur, dapat membantu mengontrol ritme tubuh dan siklus tidur-bangun. fluktuasi hormon ini bergantung pada irama sirkadian (terang atau gelap). Adanya cahaya akan menghambat pelepasan melatonin dari kelenjar Pineal, oleh karena itu sekresi hormon ini lebih banyak pada malam hari daripada siang hari. Hormon ini disekresi secara teratur sebelum bayi umur 6 bulan .

Pengaruh Tidur: Tumbuh Kembang Bayi

Tidur merupakan interaksi yang kompleks dari multiple sistim neurotransmiter, dan sistim regulasi tidur dengan mekanisme lain, sebagai contoh mekanisme yang mengatur temperatur, pola pernapasan dan tekanan darah. Kira-kira 2/3 kehidupan bayi baru lahir digunakan untuk tidur. Seluruh kejadian selama tidur merupakan refleksi dari aktivitas neuron tertentu di susunan saraf pusat, yang berubah secara dramatis sesuai dengan perkembangan bayi. Oleh karena itu tidur sangat berhubungan dengan perkembangan anak, dan sekaligus merupakan jendela dari perkembangan otak anak selanjutnya.

Pada waktu bangun, tubuh menggunakan oksigen dan makanan (energi) untuk keperluan kegiatan fisik dan mentalnya. Keadaan ‘katabolik’ ini juga banyak mengunakan hormon adrenalin (epineprin) dan kortikosteroid tubuh. Selama tidur, terjadi keadaan sebaliknya yaitu ‘anabolik’, dimana terjadi konservasi energi, perbaikan sel-sel tubuh dan pertumbuhan. Karena konsentrasi adrenalin dan kortisol turun, maka tubuh mulai membentuk hormon pertumbuhan. Selain berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan, hormon ini juga memungkinkan tubuh memperbaiki dan memperbaharui seluruh sel-sel yang ada di tubuh, mulai dari sel kulit, sel darah dan sel neuron di otak . Proses pembaruan sel ini berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan waktu bangun. Hal ini merupakan bukti yang penting bahwa tidur berefek pada tumbuh kembang anak.

Tidur yang sering pada waktu menderita sakit infeksi, dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Hal ini karena pengaruh meningkatnya sistem imunitas tubuh yang memproduksi protein tertentu untuk merespon infeksi. Oleh karena itu tidur berperan juga dalam meningkatkan daya tahan tubuh terhasdap infeksi. Sebaliknya gangguan tidur dapat menurunkan kadar sel darah putih tubuh sehingga menurunkan efektivitas sistem daya tahan, mudah jatuh sakit, pertumbuhannya terganggu, kemampuan konsentrasi menurun, sulit mengerjakan sesuatu dan menjadi irritable.

Tidur pagi ternyata lebih banyak komponen REMnya dibandingkan tidur siang hari. Studi terakhir menunjukkan bahwa tingginya komponen tidur REM, dengan kadar melatonin yang rendah, sangat membantu proses maturasi otak bayi. Hal serupa didapat pada orang dewasa bahwa tidur REM penting sekali untuk restorasi emosional atau spikologis, sedangkan tidur nonREM lebih penting untuk restorasi fisik. Tingginya kadar hormon pertumbuhan yang diproduksi selama tidur dalam nonREM sangat berhubungan dengan status kesehatan fisik, sementara meningkatnya aliran darah ke otak selama tidur REM berperan penting untuk kesehatan mental, aktivitas otak sehingga memungkinkan otak dapat tumbuh optimal. Menurut theory autostimulation tingginya komponen tidur REM pada bayi, merupakan cara dimana otak menstimulasi sendiri. Dan stimulasi ini sangat vital bagi pertumbuhan sistem susunan saraf pusat. Dukungan teori ini terlihat pada fetus dan bayi prematur yang mempunyai tidur REM lebih banyak, dan kurang dapat beradaptasi dengan stimulasi eksternal dibandingkan bayi cukup bulan. Sehingga aktivitas gelombang listrik otak pada tidur REM berperan sebagai safeguards susunan saraf pusat, sementara gerakan mata cepat (REM) berfungsi melindungi kesehatan mata. Pada keadaan tidur dalam nonREM mata dan cairan mata (vitreous humor) tidak bersirkulasi sehingga aliran darah dan oksigen tidak terjadi, penglihatan rentan terhadap anoksia karena mata tidak dapat memberikan darah sendiri.

Pengaruh Tidur: Kecerdasan, Belajar dan Penampilan di Sekolah

Tidur juga berpengaruh pada proses pembelajaran, intelegensia dan penampilan di sekolah. Banyak penelitian yang setuju dengan butir-butir diatas yang dilakukan pada anak dari berbagai umur. Studi di University of Connecticut memperlihatkan hubungan yang kuat antara lamanya tidur REM dengan lamanya bayi dalam keadaan ‘quiet alert’. Pada kondisi ini, bayi terlihat cerah, matanya cerdas, rileks, sangat responsif, meskipun tubuhnya relatif kurang aktif, yang sering disebut dengan ‘alooker dan a thinker’. Studi perkembangan tidur di Stanford University menunjukkan bahwa proporsi tidur REM bayi tidak saja karena proses maturitas otak , tetapi juga karena pengaruh faktor lingkungan meskipun belum jelas, namun peran orang tua diduga berpengaruh. Bayi yang irritable mungkin disebabkan karena ketidak seimbangan faktor kimiawi seperti progesterone atau kortisol. Tingginya konsentrasi kortisol pada bayi ternyata berhubungan dengan penurunan lamamya tidur nonREM. Jadi ada kaitannya antara faktor kimiawi, pola tidur dan perilaku pada saat bangun. Studi yang dilakukan pada bayi umur 2-3 bulan memperlihatkan bahwa makin irritable dan impersisten bayi tersebut, makin lambat kecepatan belajarnya.

Tidur pagi dan atau siang (naps) ternyata mempunyai pengaruh tersendiri terhadap proses tumbuh – kembang anak, begitu pula antara tahapan tidur nonREM dan REM. Penelitian memperlihatkan hubungan yang kuat antara tidur siang dengan lamanya atensi, lamanya berada dalam keadaan ‘quiet alert’, dan cepatnya proses pembelajaran.
Studi lain memperlihatkan anak berumur 3 tahun yang tidur siang akan lebih adaptatif , artinya anak akan mudah menyesuaikan dengan keadaan lingkungan yang baru. Adaptasi adalah proses yang sangat penting untuk keberhasilan sekolahnya. Anak yang tidak tidur siang, dan tidak adaptif ternyata lebih sering mengalami sulit tidur malam. Penelitian tahun 1925,yang dilakukan terhadap 600 anak dengan IQ > 140 memperlihatkan bahwa anak yang mendapat penghargaan ternyata tidurnya lebih lama. Hasil yang sama juga diperlihatkan pada 5500 anak sekolah di Jepang. Temuan ini dikonfirmasi pada tahun 1983 di pusat tidur Canada, bahwa anak dengan IQ superior mempunyai total tidur lebih lama kira-kira 30-40 menit setiap malamnya dibandingkan rata-rata anak pada umur yang sama. Studi lain juga mengatakan bahwa tidur dapat meningkatkan pergaulan anak dan penampilan di sekolah. Pada orang dewasa efek gangguan tidur lebih mengarah pada faktor emosi, sedangkan pada bayi dan anak lebih pada kognitif, pertumbuhan, penampilan motoriknya dan perkembangan otaknya.

Konsekuensi Kurang Tidur

Bayi dan anak yang tidak dapat tidur dengan baik akan menjadi overaroused dan menjadi lebih sulit untuk memulai tidur. Berbagai manifestasi dari bayi atau anak yang kualitas tidurnya tidak adekuat dapat berupa mengantuk sampai hiperaktif. Mereka cenderung iritabel, inatensi, kurang kooperatif dan sulit dikontrol. Untuk usia pra-sekolah, terlambat tidur selama 30 menit saja akan mempengaruhi emosi mereka pada keesokan harinya. Bayi normal umumnya mempunyai perilaku rewel antara umur 3-14 minggu, hal ini karena immaturitas sistim susunan saraf pusatnya terlalu dipenuhi oleh berbagai rangsangan. Bayi yang rewel dan sering terganggu tidur malamnya cenderung kurang mampu memfokuskan perhatiannya atau berkonsentrasi. Akibatnya mereka mengalami keterlambatan dalam ketrampilan motoriknya. Bila sulit tidur ini berlanjut, maka anak akan menjadi kurang motivasi, rasa keingintahuannya hilang, daya tangkap dan ingat berkurang sehingga proses belajar dan perkembangan mentalnya terganggu.

Banyak keadaan yang dapat menganggu tidur nyenyak bayi, diantaranya yang paling sering adalah kondisi lapar, ngompol dan teething selain faktor lingkungan yang kurang nyaman. Sebagai contoh, bayi usia 6 bulan dapat ngompol 5-6 kali semalam, oleh karena itu menjaga agar bayi tetap kering sepanjang malam, berperan penting dalam membantu meningkatkan kualitas tidur bayi.

Defisit tidur yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada bayi atau anak itu sendiri seperti perubahan fisik, emosi, spikologis, sosial dan status kesehatanya, tetapi juga berdampak pada orang tua, keluarga dan bahkan tetangga.

Tidur adalah kegiatan yang tidak terpisahkan dari hidup kita, karena tidur merupakan kesempatan bagi tubuh untuk mengurangi volume pekerjaannya, dan secara khusus berkonsentrasi untuk memperbaiki sel-sel, organ-organ, sistem kerja, dan mempersiapkannya untuk bekerja lagi besok harinya. Manusia yang hidup di zaman modern – dengan beragam aktifitasnya – banyak yang telah kehilangan kesempatan untuk tidur dengan enak dan cukup. Waktu malam hari yang seharusnya dipergunakan untuk beristirahat, digunakan juga untuk beraktifitas setelah seharian penuh bekerja. Aktifitas yang tidak konsisten – kadang tidur kadang tidak – bisa berakibat kekacauan irama tubuh dan bisa mengganggu kesehatan fisik maupun mental. 7 mitos tentang tidur berikut ini masih diyakini banyak orang, dan mungkin salah satunya adalah anda.

1. Tidur malam yang cukup adalah selama delapan jam

Tidak ada yang pasti dengan jumlah itu.  Setiap orang mempunyai kebutuhan tidur yang berbeda-beda, dan anda akan mengetahuinya kalau tidur anda sudah cukup, ketika anda tidak merasa terkantuk-kantuk dalam situasi yang membosankan di sore hari, demikian kata seorang psikolog dari Universitas New York, Joyce Walsleben, PhD.

2. Kalau bisa, lebih banyak tidur lebih sehat

Begitu keingin sebagian orang.  Tetapi tahukah anda beberapa penelitian mendapati bahwa orang yang tidur lebih dari delapan jam setiap malamnya meninggal lebih muda dibanding orang yang tidur antara enam dan delapan jam.  Apa yang belum diketahui oleh para ilmuwan adalah apakah tidur lebih lama menyebabkan kesehatan menjadi buruk atau suatu gejala tentangnya, kata Najib Ayas, MD., MPH, seorang asisten profesor pengobatan di Universitas Columbia, Inggris.  Para tukang tidur beresiko menderita penyakit seperti apnea tidur (pernafasan berhenti sementara waktu pada saat tidur), depresi, atau kencing manis tak terkendali disebabkan menghabiskan banyak waktu di tempat tidur.

3. Beberapa orang merasa benar-benar tidur secara sempurna dalam empat jam saja

Para penidur dengan waktu singkat – termasuk Bill Clinton, Madonna, dan Margaret Thatcher – tidak perlu tidur yang lebih banyak dari itu.  “Sebetulnya mereka hanya tidak menyadari betapa mengantuknya mereka,” kata Thomas Roth, PhD., peneliti tidur pada Henry Ford Hospital di Detroit.  Terlalu sedikit tidur tidak baik bagi kesehatan anda dan gambarannya bagi anda, kurang tidur dapat membuat anda menjadi tidak efektip (seperti merusak penampilan, penilaian, dan kemampuan memberikan perhatian), sakit (melemahnya sistim kekebalan tubuh), dan kelebihan berat badan.  Faktanya, wanita yang tidur 5 jam atau lebih sedikit dari itu dalam satu malam, sepertiganya lebih mungkin memperoleh 15 kilogram atau lebih ketika berusia di atas 16 tahun dibandingkan dengan wanita yang tidur selama 7 jam, menurut riset seorang perawat kesehatan Harvard.  Anehnya, mengurangi tidur terlalu banyak sehingga kurang dari 6 jam sama akibatnya dengan tidur yang terlalu lama, yakni beresiko tinggi mengalami permasalahan jantung dan kematian.  Dan, tentu saja, menahan kantuk selama mengemudi adalah berbahaya.  “Perasaan sangat lemah selama perjalanan seakan-akan anda sedang mabuk dengan legal,” kata Walsleben.

4. Bangun sepanjang malam akan membuat anda merasa lelah sepanjang hari.

Itu bisa jadi adalah siklus alami tubuh kita.  Banyak binatang tidur seperti itu, dan ada banyak indikasi kalau nenek moyang kita melakukan hal yang sama, barangkali untuk berbicara atau berhubungan seks sepanjang malam, kata Thomas Wehr, MD., mantan ilmuwan di Institut Nasional Kesehatan Jiwa.  Ketika 15 orang dalam sebuah penelitiannya dibiarkan tinggal di suatu ruangan tertutup tanpa cahaya buatan selama beberapa minggu, dan mereka tidur 3 sampai 5 jam, lalu bangun selama 1 atau 2 jam, kemudian tidur lagi, kembali tidur lagi selama 4 jam atau lebih lama – dan mereka berkata bahwa mereka merasa belum benar-benar beristirahat.

5. Anda memerlukan obat jika susah tidur setiap malam.

Obat tidur dirancang untuk permasalahan tidur berjangka pendek, disebabkan oleh stres karena peristiwa tertentu, seperti kehilangan pekerjaan atau mengikuti penerbangan yang sangat lama, misalnya.  Orang-orang dengan permasalahan tidur yang lebih lama atau permanen lebih baik melakukan terapi perilaku dan kebiasaan – sangat dianjurkan – seperti memperbaiki persepsi anda tentang tidur dan belajar kebiasaan tidur yang lebih baik, seperti berangkat ke tempat tidur pada waktu yang sama setiap malam, menghindari menonton TV dan menggunakan komputer sebelum tidur, tidak  meminum kopi dan makanan-minuman yang mengandung kafein sedikitnya enam jam sebelum tidur, dan perubahan gaya hidup lainnya, seperti tidak mencari hiburan di malam hari.  Kenyataannya, dalam tahun 2005, National Institutes Health menyimpulkan bahwa jenis terapi berupa obat yang diberikan berdasarkan resep dokter, hanya efektif untuk perawatan jangka pendek bagi penderita insomnia yang kronis.  Dalam banyak kasus, pil tidur bahkan tidak bisa mengatasi masalah tidur anda.  “Sekitar separuh dari orang-orang yang merasa kesulitan untuk tidur kemungkinan mempunyai ketertarikan yang kuat atau depresi,” kata Daniel Kripke, MD., seorang pakar tidur dari Universitas California di San Diego.

6. Anda dapat mengejar kesempatan tidur yang hilang pada akhir pekan

Tidak tidur selama malam-malam di hari kerja akan mengganggu irama tubuh kita dan akan menuntut tidur yang bisa mengembalikan kesegaran tubuh.  Tidur sampai tengah hari di akhir pekan secara umum sama dengan mempersiapkan tubuh anda untuk mendapatkan “pukulan” bertubi-tubi pada malamnya.  Oleh sebab itu daripada mengoreksi kekurangan tidur pada minggu sebelumnya, lebih baik anda menyiapkan suatu siklus waktu tanpa tidur – secara bertahap dikurangi – untuk minggu mendatang. “Tubuh menyukai konsistensi,” kata Donna Arand, PhD., pembicara untuk American Academy of Sleep Medicine.  Yang terbaik adalah tidur di sekitar waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.

7. Tylenol PM (sejenis obat anti alergi seperti CTM) lebih baik dibanding obat tidur beresep lainnya untuk serangan imsomnia yang jarang

Tidak, kalau serangannya lebih lama dibanding beberapa malam, kata Helene Emsellem, M.D., dari Center for Sleep & Wake Disorders di MD.  Tylenol PM tidak lebih baik daripada obat tidur beresep, dan bisa kurang efektif dibanding beberapa obat tidur beresep lainnya, katanya.  Bahan aktif dalam Tylenol PM adalah obat anti alergi, dan sebagai akibat sampingannya adalah anda akan mengantuk.  Sebagian orang melaporkan adanya perasaan “ketergantungan” setelah mengkonsumsi obat anti alergi dibanding dengan obat tidur beresep lainnya.  Jika anda memutuskan untuk menggunakan obat anti alergi, jangan memakannya di saat tengah malam, karena obat itu tetap aktif di dalam sistim tubuh anda selama delapan jam atau lebih, sehingga pekerjaan anda bisa terganggu besok harinya.  Perbedaan lainnya adalah obat tidur beresep dibuat untuk menjadikan anda bisa melewati seluruh tahap-tahap dalam sirkulasi tidur.  Tidak diketahui apakah obat anti alergi bisa berefek sama.

Tim peneliti SAN FRANSISCO telah menemukan adanya mutasi genetik dalam tubuh yang menentukan seseorang bisa memiliki waktu tidur lebih banyak atau lebih sedikit dibandingkan orang lain. Mutasi gen yang tidak biasa ditemukan pada ibu dan anak putri yang umumnya memiliki jam waktu tidur lebih sedikit. Tidur merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan. Jika seseorang kekurangan tidur, hal ini bisa menimbulkan masalah. Mereka yang kurang tidur umumnya akan terkena gangguan kesehatan dan sulit berkonsentrasi.”Normalnya, manusia memerlukan waktu tidur delapan atau delapan setengah jam dalam sehari,” kata ahli neurologi dari University of California di San Francisco, Ying-Hui Fu, seperti dikutip dari  NPR, Jumat (14/8/2009).Sebaliknya, ibu dan remaja putri dengan mutasi gen yang tidak biasa hanya memerlukan waktu tidur selama lima hingga enam jam setiap harinya.Fu dan timnya menganalisa ibu dan remaja putri yang memiliki rata-rata kebiasaan tidur berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya. Meski jam tidur mereka kurang, namun kedua kelompok pasrtisipan ini tidak nampak lelah ketika terbangun di pagi hari.Setelah diselidiki, keduanya memiliki mutasi gen kecil yang dikenal dengan nama DEC2. Gen ini merupakan pengatur jam tubuh makhluk hidup selama 24 jam, termasuk juga mengatur jam tubuh pada tikus dan manusia.

Hindari kafein (kopi, teh, cokelat), alkohol dan makanan/minuman bergula. Survey  dari National Sleep Foundation (AS) menemukan bahwa 47 persen orang dengan masalah tidur kemungkinan telah mengkonsumsi minuman berkafein untuk mengurangi ngantuk di siang hari, tetapi stimulan itu berperan menyebabkan kesulitan tidur.Minum segelas susu hangat 15 menit sebelum tidur. Susu mengandung kalsium yang berperan menenangkan syaraf-syaraf.Mandilah dengan air hangat sebelum tidur untuk membantu tubuh menjadi rileks.

About these ads

3 Komentar

  1. hmh..padahal saya suka marah2 kalo suami tertidur sebelum jam sepuluh malam..

  2. semmmpak cok…dancok

  3. saya minta tolg tulis literatur atau daftar pustakanya, karena mau sy pakai utk literatur skripsi :) terimakasih


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya.