PROSTAT ANDA TERGANGGU, SULIT BERKEMIH?

Pembesaran Prostat dan Uroflowmetri
Jika Anda Pria (terutama berusia di atas 50 tahun) dan memiliki gejala sebagai berikut:

  • Pancaran kencing lemah;
  • Pancaran kencing terputus-putus;
  • Tidak lampias saat berkemih;
  • Rasa ingin kencing lagi sesudah kencing;
  • Keluarnya sisa kencing selama beberapa detik pada akhir berkemih (terminal dribbling);
  • Frekuensi kencing yang tidak normal (terlalu sering);
  • Terbangun di malam hari karena sering buang air kecil;
  • Sulit menahan kencing;
  • Rasa sakit waktu berkemih;
  • Kencing berdarah/hematuria

WASPADALAH terhadap adanya Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat yang tergolong jinak.

Berdasarkan penelitian, jika anda berumur lebih dari 50 tahun, kemungkinan anda mengalami pembesaran prostat adalah 50%. Ketika anda berusia 80-85 tahun, kemungkinan itu meningkat menjadi 90%

Apakah gejala BPH?
Terkadang penderita BPH tidak merasakan gejala apapun, tetapi jika pembesaran ini terus berkembang akhirnya akan mendesak uretra/saluran kencing luar yang mengakibatkan rasa tidak nyaman.

Apakah yang harus dilakukan?
Anda perlu melakukan pemeriksaan UROFLOWMETRI untuk mendeteksi adanya pembesaran prostat.

Apakah uroflowmetri?
Uroflowmetri adalah pemeriksaan untuk mengetahui kekencangan aliran kencing untuk mendeteksi adanya Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat.

Apakah BPH itu?
Benign Prostatic Hyperplasia (tumor prostat jinak) adalah pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas. BPH ini berbeda dengan kanker prostat. BPH mungkin tidak menimbulkan gejala, tetapi jika tumor ini terus berkembang, pada akhirnya akan mendesak uretra yang mengakibatkan rasa tidak nyaman pada penderita.

Penyebab BPH
Secara normal, prostat berkembang sesuai dengan pertambahan usia. Dimulai dari ketika ukuran kecil ketika masih anak-anak terus bertumbuh mencapai 20 gram pada usia 30 tahun. Ukuran prostat akan menetap sampai usia +/- 50 tahun. Pada usia 80 tahun, prostat akan berkembang lagi mencapai berat 35 gram. Tetapi pertumbuhan prostat secara normal ini tidak ada hubungan langsung dengan BPH.

BPH adalah tumor jinak pada pria yang paling sering ditemukan. Jika anda berumur lebih dari 50 tahun, kemungkinan anda memiliki BPH adalah 50%. Ketika anda berusia 80 – 85 tahun, kemungkinan itu meningkat menjadi 90%.

Gejala BPH
Gejala BPH dapat digolongkan menjadi dua yaitu gejala obstruktif dan gejala iritatif. Gejala obstruktif meliputi ‘hesitancy’, pancaran kencing lemah, pancaran kencing terputus-putus, tidak lampias saat selesai berkemih, rasa ingin kencing lagi sesudah kencing dan keluarnya sisa kencing pada akhir berkemih (terminal dribbling).

Yang termasuk gejala iritatif adalah frekuensi kencing yang tidak normal (terlalu sering), terbangun di tengah malam karena sering kencing, sulit menahan kencing, dan rasa sakit waktu kencing. Terkadang bisa juga terjadi hematuria (kencing berdarah).

Diagnosa dini BPH dengan uroflowmetri
Jika anda berusia di atas 50 tahun, walaupun tidak mempunyai gejala seperti tersebut di atas, sangat dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan uroflowmetri.

Persiapan yang perlu dilakukan
Tidak ada persiapan khusus. Pasien akan diminta minum banyak kemudian berkemih pada suatu alat yang memakai detektor (probe). Selanjutnya komputer akan menganalisis kekuatan pancarannya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s