EIIIT…JANGAN LUPA…!! CUCI TANGAN DULU YAAA…!!

FAKTA TENTANG
CUCI TANGAN PAKAI SABUN
1. Tangan adalah salah satu penghantar utama masuknya kuman
penyakit ke tubuh manusia. Cuci tangan dengan sabun dapat
menghambat masuknya kuman penyakit ke tubuh manusia
melalui perantaraan tangan;
2. Tangan manusia yang kotor karena menyentuh feses
mengandung kurang lebih 10 juta virus dan 1 juta bakteri;
3. Kuman penyakit seperti virus dan bakteri tidak dapat terlihat
secara kasat mata sehingga sering diabaikan dan mudah
masuk ke tubuh manusia;
4. Hampir semua orang mengerti pentingnya cuci tangan pakai
sabun namun tidak membiasakan diri untuk melakukannya
dengan benar pada saat yang penting.

Bukti Manfaat Cuci Tangan

Pada 1847, seorang dokter bernama Ignaz Semmelweis bekerja di bagian kebidanan di sebuah rumah sakit di Vienna, Austria. Semmelweis mengamati bahwa angka kematian di antara ibu di bangsal yang dilayani oleh mahasiswa kedokteran tiga kali lebih tinggi dibandingkan bangsal yang dilayani oleh bidan. Semmelweis mendalilkan bahwa hal ini terjadi karena mahasiswa langsung ke bangsal kebidanan setelah belajar otopsi (bedah mayat), dan membawa infeksi dari mayat ke ibu yang melahirkan. Dia memerintahkan dokter dan mahasiswa untuk mencuci tangannya dengan larutan klorin sebelum memeriksa ibu tersebut. Setelah aturan ini diterapkan, angka kematian menurun menjadi serupa dengan bangsal yang dilayani oleh bidan.

Pada 1996, Angkatan Laut AS melakukan penelitian terhadap tamtama yang mengikuti pelatihan di suatu asrama besar. Para tamtama tersebut sering mengalami infeksi pada saluran pernapasan. Pada penelitian tersebut, 40.000 tamtama diperintahkan agar mencuci tangannya dengan air dan sabun lima kali sehari. Setelah satu tahun, angka kesakitan menurun 45%.

Salmonella sp. (salmonela) adalah bakteri yang sangat umum yang menyebabkan penyakit tifoid (sering disebut sebagai tifus). Bakteri ini sangat mudah disebarkan antara manusia dan hewan melalui kontak langsung dan tidak langsung. Bakteri ini sering ditemukan pada unggas dan telur. Padahal, Odha lebih rentan terhadap infeksi salmonela, dan infeksi tersebut pada Odha lebih sering menimbulkan septisemia (infeksi darah) yang dapat gawat.

Selain salmonela, ada banyak jenis bakteri lain yang ditemukan pada daging mentah dan sayuran. Oleh karena itu, cuci tangan setelah kita menangani bahan makanan sangat efektif untuk mengurangi penularan infeksi bakteri tersebut.

Sebaiknya kita cuci tangan dengan air dan sabun:

  • Sebelum dan setelah makan atau menangani makanan (terutama daging mentah)
  • Sebelum mengobati luka pada kulit
  • Sebelum dan setelah merawat orang sakit (terutama Odha)
  • Sebelum memasukan atau mengeluarkan lensa kontak
  • Sebelum melakukan kegiatan apa pun yang mencakup memasukan jari dalam atau dekat pada mulut, mata, dll.
  • Setelah pakai WC (toilet)
  • Setelah membuang ingus
  • Setelah menangani sampah
  • Setelah mengganti popok
  • Setelah main dengan atau menyentuh hewan, termasuk hewan peliharaan.

Yang penting kita memakai air yang mengalir; air dalam baskom menyimpan kuman dari semua orang yang memakainya, dan setelah mencuci tangan di baskom, umumnya tangan kita lebih tercemar kuman daripada sebelumnya. Selain itu ada beberapa produk yang dikemaskan dalam botol kecil untuk mencuci tangan bila tidak tersedia air mengalir yang bersih. Cari yang mengandung etil alkohol, dan yang tidak mengandung triklosan, bahan antibakteri yang juga dapat membunuh sel kulit manusia. Alkohol dapat menyebabkan kulit kering, dan produk yang mengandung gliserin dapat mengurangi masalah ini. Bahan ini mudah dibuat sendiri dengan bahan yang dapat dibeli di apotek. Campurkan 100ml alkohol isopropil atau etil 60-90% dengan 2ml gliserin, propilena glikol atau sorbitol.

Cara memakai produk ini: Tuangkan bahan secukupnya untuk membasahi seluruh permukaan tangan dan jari. Gosok benar-benar pada tangan, di antara jari, dan bawah kuku sampai kering.

Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya perilaku sehat MencuciTangan Pakai Sabun untuk mengurang. resiko terkena penyakit,terutama diare dan lebih jauh lagi untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat menjadi lebih sehat”, ujar dr Firman Lubis, Ketua Dewan Eksekutif  KuIS. Karenanya, yang menjadi target utama dari program ini adalah ibu-ibu yang memiliki anak balita dan pengasuhnya.

Cuci Tangan Pakai Sabun Efektif Cegah Diare

Diare sering kali dianggap sebagai penyakit sepele, padahal fakta  menunjukkan sebaliknya. Menurut catatan WHO (2001) setiap tahun dua juta anak di dunia meninggal karena diare. Di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian balita terbesar kedua dan merupakan
penyebab kematian kelima untuk semua kelompok umur (Surkesnas 2001. kasus diare pada balita,perilaku orang dewasa (ibu atau pengasuh anak)merupakan salah satu faktor penting. Wagner dan Lanoix (1958) menemukan bahwa jari tangan merupakan salah satu jalur masuknya virus, bakteri dan patogen penyebab diare ke makanan balita. Tangan
merupakan bagian tubuh yang lembab yang paling sering berkontak dengan kuman yang menyebabkan penyakit dan menyebarkannya. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan membiasakan mencuci tangan pakai sabun. Cara ini sudah dibuktikan dalam studi Curtis&Cairncross. Dalam metastudinya, mereka menemukan bahwa  praktik mencuci tangan pakai sabun dapat mengurangi insiden diare
sebanyak 42-47% (2003).Selain mengurangi insiden diare, cuci tangan pakai sabun juga mencegah berbagai penyakit infeksi lainnya seperti
flu, infeksi telinga,tenggorokan, hepatitis A, dll.Riset juga membuktikan bahwa cuci tangan TANPA sabun beresiko 30 kali lebih besar terkena tifus, dan bagi penderita tifus yang tidak pernah atau jarang mencuci tangan pakai sabun, dia beresiko menderita tifus 4 kali lebih parah daripada yang terbiasa mencuci tangan pakai sabun. Di Indonesia, hal ini sudah pernah dibuktikan. Pada tahun 2005 Kepala Pemberantasan
Penyakit Dinas Kesehatan Asahan menyatakan, ”Tidak ada KLB diare lagi di wilayah program CTS di Asahan”. Turunnya kasus diare tersebut merupakan bukti keberhasilan program Gerakan Cuci tangan pakai Sabun (GCTS) yang dilaksanakan Yayasan Master Asahan dan KuIS.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s