KHUSUS UNTUK ANDA: SEGALA TENTANG AUTISM ANAK

APA AUTISME ITU?
Secara harfiah autisme berasal dari kata autos =diri dan isme= paham/aliran.
* American Psych: autisme adalah ganguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup diri. Gangguan ini mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku “Sumber dari Pedoman Pelayanan Pendidikan Bagi Anak Austistik”. (American Psychiatic Association 2000)
* Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan fungsi otak yang bersifat pervasive (inco) yaitu meliputi gangguan kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi, dan gangguan interaksi sosial (Mardiyatmi ‘ 2000).
* Gangguan autisme terjadi pada masa perkembangan sebelum usia 36 bulan “Sumber dari Pedoman Penggolongan Diagnotik Gangguan Jiwa” (PPDGJ III)
* Autisme dapat terjadi pada anak, tanpa perbedaan ras, etnik, tingkat sosial ekonomi dan pendidikan.
* Privalensi Autisme diperkirakan 1 per 150 kelahiran. Menurut penelitian di RSCM selama tahun 2000 tercatat jumlah pasien baru Autisme sebanyak 103 kasus. Dari privalensi tersebut diperkirakan anak laki-laki autistik lebih banyak dibanding perempuan (4:1).

APA TANDA-TANDA ANAK AUTISTIK?
Anak autistik menunjukkan gangguan–gangguan dalam aspek-aspek berikut ini: (sering dapat diamati sehari-hari)

Bagaimana Anak Austistik berkomunikasi?
* Sebagian tidak berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal.
* Tidak mampu mengekpresikan perasaan maupun keinginan
* Sukar memahami kata-kata bahasa orang lain dan sebaliknya kata-kata/bahasa mereka sukar dipahami maknanya..
* Berbicara sangat lambat, monoton, atau tidak berbicara sama sekali.
* Kadang-kadang mengeluarkan suara-suara aneh.
* Berbicara tetapi bukan untuk berkomunikasi.
* Suka bergumam.
* Dapat menghafal kata-kata atau nyanyian tanpa memahami arti dan konteksnya.
* Perkembangan bahasa sangat lambat bahkan sering tidak tampak.
* Komunikasi terkadang dilakukan dengan cara menarik-narik tangan orang lain untuk menyampaikan keinginannya.

Bagaimana anak austistik bergaul?
* Tidak ada kontak mata
* Menyembunyikan wajah
* Menghindar bertemu dengan orang lain
* Menundukkan kepala
* Membuang muka
* Hanya mau bersama dengan ibu/keluarganya
* Acuh tak acuh, interaksi satu arah.
* Kurang tanggap isyarat sosial.
* Lebih suka menyendiri.
* Tidak tertarik untuk bersama teman.
* Tidak tanggap / empati terhadap reaksi orang lain atas perbuatan sendiri.

Bagaimana anak autistik membawakan diri ?
* Menarik diri
* Seolah-olah tidak mendengar (acuk tak acuh/tambeng)
* Dapat melakukan perintah tanpa respon bicara
* Asik berbaring atau bermain sendiri selama berjam-jam.
* Lebih senang menyendiri. .
* Hidup dalam alam khayal (bengong)
* Konsentrasi kosong
* Menggigit-gigit benda
* Menyakiti diri sendiri
* Sering tidak diduga-duga memukul teman.
* Menyenangi hanya satu/terbatas jenis benda mainan
* Sering menangis/tertawa tanpa alasan
* Bermasalah tidur/tertawa di malam hari
* Memukul-mukul benda (meja, kursi)
* Melakukan sesuatu berulang-ulang (menggerak-gerakkan tangan, mengangguk-angguk dsb).
* Kurang tertarik pada perubahan dari rutinitas

Bagaimana kepekaan sensori integratifnya anak autistik ?
* Sangat sensitif terhadap sentuhan ,seperti tidak suka dipeluk.
* Sensitif terhadap suara-suara tertentu
* Senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda.
* Sangat sensitif atau sebaliknya, tidak sensitif terhadap rasa sakit.

Bagaimana Pola Bermain autistik anak?
* Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya.
* Kurang/tidak kreatif dan imajinatif
* Tidak bermain sesuai fungsi mainan
* Menyenangi benda-benda berputar, sperti kipas angin roda sepeda, dan lain-lain.
* Sering terpaku pada benda-benda tertentu

Bagaimana keadaan emosi anak autistik ?
* Sering marah tanpa alasan.
* Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum )bila keinginan tidak dipenuhi.
* Tiba-tiba tertawa terbahak-bahak atau menangis tanpa alasan
* Kadang-kadang menyerang orang lain tanpa diduga-duga.

Bagaimana kondisi kognitif anak autisti?
Menurut Penelitian di Virginia University di Amerika Serikat diperkirakan 75 – 80 % penyandang autis mempunyai kemampuan berpikir di bawah rata-rata/retardasi mental, sedangkan 20 % sisanya mempunyai tingkat kecerdasan normal ataupun di atas normal untuk bidang-bidang tertentu.
* Sebagian kecil mempunyai daya ingat yang sangat kuat terutama yang berkaitan denga obyek visual (gambar)
* Sebagian kecil memiliki kemampuan lebih pada bidang yang berkaitan dengan angka.

APA PENYEBAB AUTISME?
Sampai sekarang belum terdeteksi faktor yang menjadi penyebab tunggal timbulnya gangguan autisme. Namun demikian ada beberapa faktor yang di mungkinkan dapat menjadi penyebab timbulnya autisme. berikut:
1. Menurut Teori Psikososial
Beberapa ahli (Kanner dan Bruno Bettelhem) autisme dianggap sebagai akibat hubungan yang dingin, tidak akrab antara orang tua (ibu) dan anak. Demikian juga dikatakan, orang tua/pengasuh yang emosional, kaku, obsesif, tidak hangat bahkan dingin dapat menyebabkan anak asuhnya menjadi autistik.

2. Teori Biologis
a. Faktor genetic: Keluarga yang terdapat anak autistik memiliki resiko lebih tinggi dibanding populasi keluarga normal.
b. Pranatal, Natal dan Post Natal yaitu: Pendarahan pada kehamilan awal, obat-obatan, tangis bayi terlambat, gangguan pernapasan, anemia.
c. Neuro anatomi yaitu: Gangguan/disfungsi pada sel-sel otak selama dalam kandugan yang mungkin disebabkan terjadinya gangguan oksigenasi, perdarahan, atau infeksi.
d. Struktur dan Biokimiawi yaitu: Kelainan pada cerebellum dengan cel-sel Purkinje yang jumlahnya terlalu sedikit, padahal sel-sel purkinje mempunyai kandungan serotinin yang tinggi. Demikian juga kemungkinan tingginya kandungan dapomin atau opioid dalam darah.

3. Keracunan logam berat misalnya terjadi pada anak yang tinggal dekat tambanga batu bara, dlsb.

4. Gangguan pencernaan, pendengaran dan penglihatan. Menurut data yang ada 60 % anak autistik mempunyai sistem pencernaan kurang sempurna. Dan kemungkinan timbulnya gejala autistik karena adanya gangguan dalam pendengaran dan penglihatan.

Para peneliti di Canada dan Amerika menemukan 16 ciri2 awal perilaku bayi yang merupakan prediksi akurat untuk timbulnya autisme dikemudian hari. Para peneliti di Canada dapat menunjukkan bahwa perilaku tertentu pada bayi bisa meramalkan dengan cukup akurat bahwa akan berkembang menjadi gejala autisme. Suatu penelitian yang masih sedang berjalan pada 200 bayi Canada adalah penelitian terbesar yang pernah dilakukan. Bayi2 tersebut mempunyai kakak yang terdiagnosa dengan ASD (Autism Spectrum Disorder). Mereka dipantau terus selama lebih dari 24 bulan. Penemuan awal ini telah dipublikasikan bulan April dalam International Journal of Developmental Neuroscience. Penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang mempunyai seorang anak autistik mempunyai kemungkinan mempunyai anak autistik lagi sekitar 5-10 persen. Penelitian Canada dimulai sebagai kerja sama antara McMaster University (Offord Centre for Child Studies in Hamilton), The Hospital for Sick Children di Toronto, dan IWK Health Centre in Halifax. Penelitian ini telah menarik perhatian nasional.Semula dibiayai oleh The Hospital for Sick Children Foundation, sekarang dibiayai oleh The Canadian Institute of Mental Health Research, penelitian ini berkembang dan mengikut sertakan 14 kota diseluruh Canada dan Amerika.Penelitian ini akhirnya menjadi kerja sama yang besar antara Canada dan Amerika.Dari seluruh gangguan perkembangan yang ada, Retardasi Mental adalah yang terbanyak, kemudian disusul oleh Gangguan Spektrum Autisme. Meskipun seluruh kumpulan gejalanya luas, bisa sangat ringan maupun sangat berat, namun semuanya menunjukkan gangguan dalam bidang, komunikasi, interaksi sosial dan perilaku.

Gangguan ini demikian kompleksnya dan diagnosanya tergantung dari kemampuan dan pengalaman klinis pemeriksa, oleh karena instrument yang bisa mengukur autisme untuk bayi belum ada.Saat ini para peneliti Canada membuat instrument tersebut yang disebut : Autism Observation Scale for Infants (AOSI). Instrumen ini mengukur perkembangan bayi mulai 6 bulan, mencari 16 ciri-ciri yang khas yang menimbulkan risiko timbulnya autisme, seperti misalnya :

–        tidak mau tersenyum bila diajak senyum
–        tidak bereaksi bila namanya dipanggil
–        temperamen yang pasif pada umur 6 bulan, diikuti dengan iritabilitas yang tinggi
–        kecenderungan sangat terpukau dengan benda tertentu
–        interaksi sosial yang kurang
–        ekspresi muka yang kurang hidup pada saat mendekati umur 12 bulan.
–        pada umur satu tahun anak-anak ini lebih jelas menunjukkan gangguan komunikasi dan berbahasa.
–        bahasa tubuhnya kurang
–        pengertian bahasa reseptif maupun ekspresif rendah.

Apakah ciri-ciri diatas ini merupakan ciri dini dari autisme, atau merupakan perilaku yang menyebabkan berkurangnya kemampuan sosialisasi sehingga timbul gangguan perkembangan seperti autisme ? Bagaimanapun hasil penelitian ini akan membuat kita lebih mengerti kapan autisme pada seorang anak mulai timbul.

Dr Zwaigenbaum mengatakan bahwa kekuatan prediksi dari cirri-ciri ini sangat kuat. Dari anak yang telah dipantau selama 24 bulan, yang kemudian benar-benar terdiagnosa sebagai ASD , menunjukkan sedikitnya 7 dari 16 ciri-ciri tersebut.
Dengan mengenali ciri2 tersebut sedini mungkin, diagnosa bisa ditegakkan sedini mungkin, dan  intervensi bisa dimulai lebih dini. Hal ini akan mempengaruhi masa depan anak tersebut.

10 JENIS TERAPI UNTUK AUTISME

Dibawah ini ada 10 jenis terapi yang benar2 diakui oleh para professional dan memang bagus untuk autisme. Namun, jangan lupa bahwa Gangguan Spectrum Autisme adalah suatu gangguan proses perkembangan, sehingga terapi jenis apapun yang dilakukan akan memerlukan waktu yang lama. Kecuali itu, terapi harus dilakukan secara terpadu dan setiap anak membutuhkan jenis terapi yang berbeda.

1) Applied Behavioral Analysis (ABA)

ABA adalah jenis terapi yang telah lama dipakai , telah dilakukan penelitian dan didisain khusus untuk anak dengan autisme.  Sistem yang dipakai adalah memberi pelatihan khusus pada anak dengan memberikan positive reinforcement (hadiah/pujian). Jenis terapi ini bias diukur kemajuannya . Saat ini terapi inilah yang paling banyak dipakai di Indonesia.

2) Terapi Wicara

Hampir semua anak dengan autisme mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Biasanya hal inilah yang paling menonjol, banyak pula individu autistic yang non-verbal atau kemampuan bicaranya sangat kurang.
Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang , namun mereka tidak mampu untuk memakai bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain.
Dalam hal ini terapi wicara dan berbahasa akan sangat menolong.

3) Terapi Okupasi

Hampir semua anak autistik mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang pinsil dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuap makanan kemulutnya, dan lain sebagainya. Dalam hal ini terapi okupasi sangat penting untuk melatih mempergunakan otot2 halusnya dengan benar.

4) Terapi Fisik

Autisme adalah suatu gangguan perkembangan pervasif. Banyak diantara individu autistik mempunyai gangguan perkembangan dalam motorik kasarnya.

Kadang2 tonus ototnya lembek sehingga jalannya kurang kuat. Keseimbangan tubuhnya kurang bagus. Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris akan sangat  banyak menolong untuk menguatkan otot2nya dan memperbaiki keseimbangan tubuhnya.

5) Terapi Sosial

Kekurangan yang paling mendasar bagi individu autisme adalah dalam bidang komunikasi dan interaksi . Banyak anak-anak ini membutuhkan pertolongan dalam ketrampilan berkomunikasi 2 arah, membuat teman dan main bersama ditempat bermain. Seorang terqapis sosial membantu dengan memberikan fasilitas pada mereka untuk bergaul dengan teman-teman sebaya dan mengajari cara2nya.

6) Terapi Bermain

Meskipun terdengarnya aneh, seorang anak autistik membutuhkan pertolongan dalam belajar bermain. Bermain dengan teman sebaya berguna untuk belajar bicara, komunikasi dan interaksi social. Seorang terapis bermain bisa membantu anak dalam hal ini dengan teknik-teknik tertentu.

7) Terapi Perilaku.

Anak autistik seringkali merasa frustrasi. Teman-temannya seringkali tidak memahami mereka, mereka merasa sulit mengekspresikan kebutuhannya, Mereka banyak yang hipersensitif terhadap suara, cahaya dan sentuhan. Tak heran bila mereka sering mengamuk. Seorang terapis perilaku terlatih untuk mencari latar belakang dari perilaku negatif  tersebut dan mencari solusinya dengan merekomendasikan perubahan lingkungan dan rutin anak tersebut untuk memperbaiki perilakunya,

8) Terapi Perkembangan

Floortime, Son-rise dan RDI (Relationship Developmental Intervention) dianggap sebagai terapi perkembangan. Artinya anak dipelajari minatnya, kekuatannya dan tingkat perkembangannya, kemudian ditingkatkan kemampuan sosial, emosional dan Intelektualnya.  Terapi perkembangan berbeda dengan terapi perilaku seperti ABA yang lebih mengajarkan ketrampilan yang lebih spesifik.

9) Terapi Visual

Individu autistik lebih mudah belajar dengan melihat (visual learners/visual thinkers). Hal inilah yang kemudian dipakai untuk mengembangkan metode belajar komunikasi melalui gambar-gambar, misalnya dengan metode …………. Dan PECS ( Picture Exchange Communication System). Beberapa video games bisa juga dipakai untuk mengembangkan ketrampilan komunikasi.

10) Terapi Biomedik

Terapi biomedik dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam DAN! (Defeat Autism Now). Banyak dari para perintisnya mempunyai anak autistik. Mereka sangat gigih melakukan riset dan menemukan  bahwa gejala-gejala anak ini diperparah oleh adanya gangguan metabolisme yang akan berdampak pada gangguan fungsi otak. Oleh karena itu anak-anak ini diperiksa secara intensif, pemeriksaan, darah, urin, feses, dan rambut. Semua hal abnormal yang ditemukan dibereskan, sehingga otak menjadi bersih dari gangguan. Terrnyata lebih banyak anak mengalami kemajuan bila mendapatkan terapi yang komprehensif, yaitu terapi dari luar dan dari dalam tubuh sendiri (biomedis).

10 Hal yang diinginkan oleh anak autistik supaya anda tahu.

1.     Perilaku adalah komunikasi. Semua perilaku terjadi karena ada penyebab tertentu. Perilaku tertentu memberitahukan pada anda, bagaimana aku menanggapi dunia disekitarku saat itu. Perilaku yang negatif sangat mengganggu proses belajarku. Tapi, menghentikan perilaku tersebut tidaklah cukup; berikanlah alternatif padaku untuk menggantikan perilaku tersebut, sehingga proses belajar bisa lancar lagi. Mulailah dengan mempercayai hal ini : aku sungguh ingin belajar interaksi dengan baik. Tak ada seorang anakpun yang menginginkan umpan balik yang negatif dari perilaku yang “buruk”. Perilaku buruk berarti bahwa aku merasa sangat kacau oleh karena sistem sensorisku yang terganggu, tidak bisa mengkomunikasikan apa yang kuinginkan dan tidak mengerti apa yang diharapkan dariku. Cobalah mencari dibalik perilaku tersebut dan cari sumber pemberontakan tersebut.
Buatlah catatan tentang apa yang terjadi persis sebelum perilaku buruk itu tercetus : siapa yang terlibat, waktunya kapan, kegiatan yang dilakukan dan dalam situasi yang bagaimana. Maka kemudian akan timbul sebuah pola.

2.     Janganlah menarik kesimpulan apapun. Tanpa fakta yang nyata, suatu kesimpulan merupakan suatu tebakan belaka. Mungkin aku tak mengerti aturan. Aku mendengar instruksi yang diberikan, tapi aku tak mengerti. Mungkin aku mengerti kemarin, tapi hari ini tak bisa menggali lagi dari ingatanku.  Tanyalah pada diri anda sendiri:
Apakah anda yakin bahwa aku mengerti apa yang diperintahkan padaku ?
Bila aku ingin kekamar kecil setiap kali aku diberi soal matematik, barangkali aku tak tahu bagaimana cara mengerjakannya atau aku takut bahwa usahaku dianggap kurang baik. Tetaplah bertahan denganku mengulangi hal2 tersebut sampai aku merasa cukup kompeten.
Apakah anda yakin bahwa aku benar-benar mengetahui aturan-aturan ?
Apakah aku mengerti mengapa peraturan tersebut dibuat ( keamanan, ekonomi, kesehatan) ?
Apakah kulanggar aturan tersebut karena ada penyebab tertentu ?
Mungkin aku makan siangku lebih awal oleh karena aku takut tak dapat menyelesaikan tugas sains di sekolahku, aku tak sarapan sehingga sekarang aku sangat lapar ?

3.     Carilah gangguan sensoris dahulu. Banyak dari perilaku berontakku disebabkan oleh karena rasa tidak nyaman. Sebuah contoh adalah penerangan lampu neon, yang telah terbukti menyulitkan bagi anak-anak sepertiku. Suara dengungnya sangat mengganggu telingaku yang hipersensitif. Kedipan2nya membuat penglihatanku kacau, membuat benda2 dalam ruang itu seolah-olah terus menerus bergerak.
Lampu yang biasa dimeja belajar atau diatas ruangan terasa lebih nyaman bagiku. Atau mungkin aku perlu duduk lebih dekat ; aku tak mengerti apa yang anda katakan oleh karena terlalu banyak suara2 lain, seperti pemotong rumput diluar jendela, Jasmine yang berbisik-bisik dengan Tanya, kursi yang berderit atau bunyi pengasah pensil.
Tanyakanlah pada terapis okupasional disekolah untuk menciptakan suasana yang nyaman secara sensoris didalam kelas. Hal tersebut baik untuk semua anak,  bukan hanya bagiku.

4.     Berikanku waktu untuk mengatur diriku sendiri sebelum aku memerlukannya.
Sebuah sudut tenang yang berkarpet, dengan bantal, buku-buku dan penutup  telinga akan memungkinkanku untuk menenangkan diri bila merasa tegang, tapi jaraknya tak terlalu jauh, sehingga aku dengan mudah bisa bergabung lagi dengan teman-teman dan melanjutkan kegiatan sekolahku.

5.     Katakanlah padaku apa yang kuharus lakukan dengan cara yang positif dan  bukan cara memerintah. “Kau mengotori tempat cuci piring!” ini merupakan suatu fakta bagiku. Aku tak dapat mengerti bahwa yang dimaksudkan adalah:
“ Tolong bersihkan bekas catmu dan buanglah tissue bekasnya kedalam tong sampah” Jangan membuat aku mereka-reka atau harus berpikir apa yang sebenarnya aku harus lakukan.

6.     Jangan mengharapkan terlalu banyak. Bila semua anak harus berkumpul berdesakan disekolah, dimana beberapa anak terus menerus membicarakan soal permen, aku merasa tidak nyaman. Rasanya lebih berguna bagi untuk membantu sekretaris sekolah membereskan majalah.

7.     Berilah aku waktu untuk  beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Aku memerlukan lebih banyak waktu untuk beralih dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Berikan peringatan 5 menit sebelumnya, dan 2 menit sebelum kegiatan beralih. Sebuah jam meja dibangku belajarku membantu untuk mengingatkanku akan waktu peralihan kegiatan. Dengan demikian aku bisa mengatur waktu secara mandiri.

8.     Janganlah membuat suatu keadaan buruk menjadi tambah buruk lagi. Meskipun anda seorang dewasa yang matang, kadang-kadang anda membuat keputusan yang salah dalam keadaan yang emosional. Aku sungguh tidak bermaksud untuk mengacaukan kelas anda. Aku lebih mudah mengatasi perilakuku jika anda mengacuhkanku daripada anda juga marah2. Hal2 yang menambah parah suatu keadaan kritis adalah :

–        Meninggikan volume suara anda. Aku akan lebih mendengar teriakan-teriakan tersebut daripada kata-kata anda.
–        Mengejek atau meniru aku. Cara yang sarkastis, mengejek atau memaki tak akan ada hasilnya.
–        Menuduhkan sesuatu yang tak benar
–        Mengatakan sesuatu yang tak jelas artinya.
–        Membandingkanku dengan saudara-saudaraku atau murid lain.
–        Mengungkit hal yang telah lalu atau tak ada hubungannya.
–        Mengelompokkanku dalam kategori : “Anak-anak seperti kamu semua sama….”

9.     Kritiklah dengan lembut. Cobalah untuk jujur :apakah anda sendiri bisa menerima kritikan yang konstruktif dengan baik ? Kematangan dan kepercayaan diri untuk bisa menerima kritikan masih jauh dariku. Hal ini bukan berarti bahwa aku tak boleh ditegur. Namun tegurlah dengan baik, sehingga aku bisa benar2 mendengar.
Jangan pernah mendisiplin atau memberi teguran kalau aku sedang marah, terangsang secara berlebihan, menutup diri, gelisah dan secara emosional terganggu sehingga aku tak dapat berinteraksi.
Bantulah aku untuk bisa mengerti perasaan apa yang mencetuskan perilaku itu. Dapat saja kukatakan bahwa aku marah , tapi mungkin aku sebenarnya takut, kecewa, sedih atau cemburu. Cobalah korek itu semua. Latihlah, mungkin dengan role-play, untuk menunjukkan padaku cara lain untuk Memecahkan persoalan lain kali. Suatu cerita pendek dengan foto2 akan sangat membantu. Lakukanlah hal tersebut berulang-ulang, tidak mungkin hanya sekali. Dan bila aku melakukannya dengan benar lain kali, katakanlah secara langsung. Akan sangat membantu bila anda sendiri memberi contoh bagaimana anda merespons sebuah kritik.

10.  Berikanlah pilihan yang benar, betul-betul benar. Jangan berikan pilihan yang samar seperti pertanyaan : “Maukah kamu…….?”, kecuali kalau anda siap dengan jawabanku yang jujur : “Tidak!”. Misalnya pertanyaan :
–        Maukah kamu membaca dengan keras sekarang ?
–        Maukah kamu membagi catmu dengan temanmu?
Sulit bagiku untuk mempercayai anda bila anda memberikan pilihan yang bukan pilihan. Dalam kehidupan sehari-hari anda dihadapkan pada begitu banyak  pilihan. Anda terus menerus menentukan pilihan , halmana menjadikan anda  bisa menguasai hidup anda. Untukku, pilihan jauh lebih terbatas, karena itu sulit untuk bisa mempercayai diri sendiri. Memberikanku lebih banyak pilihan membantuku untuk lebih banyak  terlibat dalam kehidupan sehari-hari.  Memberikanku pilihan membantuku untuk belajar berperilaku lebih baik, namun aku juga mengerti bahwa ada saatnya anda tak bisa memberiku pilihan. Kalau  hal ini terjadi, aku tidak akan kecewa bila aku mengerti mengapa.  Terakhir : percayalah ! Henry Ford pernah berkata : Apakah kamu berpikir kamu bisa atau tidak bisa, biasanya kamu benar. Percayalah bahwa anda sangat berarti dan bisa merubah diriku. Perasaanku lebih kuat daripada kemampuanku berkomunikasi. Yang paling aku bisa rasakan adalah apakah anda mempercayaiku.  Bila anda mengharapkan lebih banyak, anda akan mendapatkan lebih banyak. Berilah aku dorongan sehingga aku bisa berkembang sesuai dengan kemampuanku. Aku akan terus berkembang meskipun sudah keluar dari ruang kelas anda.

2 Komentar

  1. bagaimana tentang terapi autis dengan sentuhan binatang seperti lumba-lumba yang baru2 ini dipraktekkan?ketempat atau keklinik mana sebaiknya bilia anak didugamengidap auitis.terima kasih

    • Kami sarankan agar Anda menghubungi Psikolog terdekat untuk dapat mengetahui lebih banyak dan langsung tentang Autism Anak. Terima kasih atas perhatiannya, kami turut mendoakan agar Anda dapat menemukan solusi terbaik untuk kesembuhan kerabat Anda. Amin.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s