Sekali lagi : tentang Pisang dan hubungannya dengan ISPA

Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Energi Instan

Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori. Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi. Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh.

Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun. Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat. Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya. Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis.

Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3% dan 0,13% (walaupun, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3%). Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak.

Kandungan Vitamin A pada buah pisang yang tinggi dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap ISPA, kulit bersisik, dan kebutaan. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi akut yang sering terjadi baik pada anak balita maupun orang dewasa. Beberapa factor diperkirakan berkontribusi terhadap kejadian penyakit ISPA pada balita, di antaranya adalah rendahnya asupan antioksidan, status gizi kurang dan buruknya sanitasi lingkungan.

Flu adalah penyakit yang paling umum menular. Biasanya terjadi lewat perantara udara, atau si kecil menyentuh cairan ingus atau bersin dari anak yang sakit secara sengaja maupun tidak. Gejalanya bisa terlihat dari hidung gatal, tersumbat, tenggorokan sakit atau radang, batuk, bersin, dan demam tak terlalu tinggi. Sebenarnya penyakit ini tak ada obatnya, yang bisa dilakukan adalah memperkuat imun tubuh si kecil yang kemudian melawan penyakit ini. Anda bisa membantu si kecil melawan penyakit ini dengan:

  • Memberikan banyak minuman dan cairan, seperti air minum, jus, dan sup ayam.
  • Ajak si kecil untuk beristirahat sebanyak mungkin.
  • Jika si kecil sulit bernapas karena hidung mampet, coba gunakan obat tetes hidung.
  • Letakkan pelembap udara di kamar si kecil.
  • Untuk anak-anak yang lebih besar, coba tawarkan permen pelega tenggorokan, obat hisap tenggorokan, atau berkumur dengan air garam.

Obat-obat pereda nyeri, seperti acetaminophen atau ibuprofen bisa meredakan demam, radang tenggorokan, atau pusing. Tapi ingat, demam yang tak tinggi tidak perlu obat. Jika Anda memberikan anak Anda pereda sakit, ikuti dosis secara saksama. Jangan berikan aspirin pada anak di bawah usia 18 tahun.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s