KUMPULAN ARTIKEL : VARICELLA/CACAR AIR/dan HERPES ZOSTER

Herpes Zoster (Shingles) adalah suatu infeksi yang menyebabkan erupsi kulit yang terasa sangat nyeri berupa lepuhan yang berisi cairan. Herpes zoster bisa terjadi pada usia berapapun. Penyebab herpes zoster adalah virus varicella-zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air. nfeksi awal oleh virus varicella-zoster (yang bisa berupa cacar air) berakhir dengan masuknya virus ke dalam ganglia (badan saraf) pada saraf spinalis maupun saraf kranialis dan virus menetap disana dalam keadaan tidak aktif.
Herpes zoster selalu terbatas pada penyebaran akar saraf yang terlibat di kulit (dermatom).

Virus herpes zoster bisa tidak pernah menimbulkan gejala lagi atau bisa kembali aktif beberapa tahun kemudian. Herpes zoster tejadi jika virus kembali aktif. Kadang pengaktivan kembali virus ini terjadi jika terdapat gangguan pada sistem kekebalan akibat suatu penyakit (misalnya karena AIDS atau penyakit Hodgkin), daya tubuh yang menurun, atau obat-obatan yang mempengaruhi sistem kekebalan (golongan steroid/anti radang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh : dexametazon, prednison, metyl prednisolon,dll). Yang sering terjadi adalah penyebab dari pengaktivan kembali virus ini tidak diketahui. Gejala: 3-4 hari sebelum timbulnya herpes zoster, penderita merasa tidak enak badan, menggigil, demam, mual, diare atau sulit berkemih. Penderita lainnya hanya merasakan nyeri, kesemutan atau gatal di kulit yang terkena. Muncul sekumpulan lepuhan kecil berisi cairan dikelilingi oleh daerah kemerahan. Lepuhan ini hanya terbatas pada daerah kulit yang dipersarafi oleh saraf yang terkena.
Lepuhan paling sering muncul di batang tubuh dan biasanya hanya mengenai satu sisi (kanan saja atau kiri saja). Daerah yang terkena biasanya peka terhadap berbagai rangsangan (termasuk sentuhan yang sangat ringan) dan bisa terasa sangat nyeri. Lepuhan mulai mengering dan membentuk keropeng pada hari kelima setelah mereka muncul. Lepuhan mengandung virus herpes zoster, yang jika ditularkan bisa menyebabkan cacar air. Lepuhan yang lua atau menetap lebih dari 2 minggu biasanya menunjukkan bahwa sistem kekebalan penderita tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Suatu serangan herpes zoster biasanya memberikan kekebalan yang cukup lama sebelum terjadi serangan berikutnya; kurang dari 4% penderita yang mengalami serangan kedua. Sebagian besar penderita mengalami penyembuhan tanpa meninggalkan gejala sisa. Tetapi bisa terbentuk jaringan parut yang luas meskipun tidak terjadi infeksi bakteri sekunder. Jika mengenai saraf wajah yang menuju ke mata bisa menimbulkan masalah yang cukup serius.

Neuralgia pasca-herpetik adanya nyeri di daerh kulit yang dipersarafi oleh saraf yang terkena. Nyeri ini bisa menetap selama beberapa bulan atau beberapa tahun setelah terjadinya suatu episode herpes zoster. Nyeri bisa dirasakan terus menerus atau hilang-timbul dan bisa semakin memburuk pada malam hari atau jika terkena panas maupun dingin. Nyeri paling sering dirasakan pada penderita usia lanjut; 25-50% penderita yang berusia diatas 50% mengalami neuralgia pasca-herpetik. Tetapi hanya 10% dari seluruh penderita yang mengalami neuralgia pasca-herpetik. Pada sebagian besar kasus, nyeri akan menghilang dalam waktu 1-3 bulan; tetapi pada 10-20% kasus, nyeri menetap selama lebih dari 1 tahun dan jarang berlangsung sampai lebih dari 10 tahun. Pada sebagian besar kasus, nyeri bersifat ringan dan tidak memerlukan pengobatan khusus.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang mengikuti pola dermatom (daerah persarafan tubuh) pada satu sisi tubuh.

CACAR AIR /VARICELLA/CHICKEN POX disebabkan oleh Virus Varicella Zoster. Gejalanya sebelum munculnya erupsi pada kulit, penderita biasanya mengeluhkan adanya rasa tidak enak badan, lesu, tidak nafsu makan dan sakit kepala. Satu atau dua hari kemudian, muncul erupsi kulit yang khas. Munculnya erupsi pada kulit diawali dengan bintik-bintik berwarna kemerahan (makula), yang kemudian berubah menjadi papula (penonjolan kecil pada kulit). Papula kemudian berubah lagi menjadi vesikel (gelembung kecil berisi cairan jernih) dan akhirnya cairan dalam gelembung tersebut menjadi keruh (pustula). Bila tidak terjadi infeksi, biasanya pustel akan mengering tanpa meninggalkan bekas.Gejala lain dapat berupa demam (biasanya tidak terlalu tinggi), rasa lemah, sakit kepala ringan, dan kadangkala sariawan. Varisela berasal dari bahasa Latin, varicella. Di Indonesia penyakit ini dikenal dengan istilah cacar air, sedangkan di luar negeri terkenal dengan nama chicken-pox. Varicela adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus Varicella zoster, ditandai oleh erupsi yang khas pada kulit. Saat luka bekas cacar air ini mengering, bila tidak ditahan-tahan, jari kita tentu ingin segera menggaruknya. Masalahnya, bila sampai tergaruk hebat, dapat timbul jaringan parut pada bekas gelembung yang pecah. Tentu ini tidak menarik untuk dilihat. Komplikasi dari Cacar air : Pneumonia, kelainan ginjal, encephalitis, meningitis. Terapi :

  • Isolasi untuk mencegah penularan
  • Diet bergizi tinggi (tinggi kalori dan protein)
  • Bila demam tinggi, kompres dengan air hangat
  • Upayakan agar tidak terjadi infeksi pada kulit, misalnya pemberian antiseptik pada air mandi
  • Upayakan agar vesikel tidak pecah
  1. Antivirus: Asiklovir
    Biasanya diberikan pada kasus-kasus yang berat, misalnya pada penderita leukemia atau penyakit-penyakit lain yang melemahkan daya tahan tubuh
  2. Antipiretik: Untuk menurunkan deman
    -Parasetamol atau ibuprofen
    -Jangan berikan aspirin pada anak anda. Pemakaian aspirin pada infeksi virus (termasuk virus varisela) telah dihubungkan dengan sebuah komplikasi fatal, yaitu sindroma Reye.
  3. Antihistamin: Untuk mengurangi gatal
  4. Salep antibiotika: Untuk mengobati ruam yang terinfeksi
  5. Antibiotika: bila terjadi komplikasi pnemonia atau infeksi bakteri pada kulit
  6. Dapat diberikan bedak atau losio pengurang gatal (misalnya losio kalamin).

Perjalanan Penyakit (PATOGENESIS) Varicella / Cacar Air / Chicken Pox

https://i2.wp.com/dewabenny.com/wp-content/uploads/2009/02/patogenesis-varisela.png

Varicella pada ibu hamil trimester pertama dapat menimbulkan kelainan kongenital (kecacatan janin), sedangkan infeksi ibu hamil menjelang melahirkan dapat terjadi varicella kongenital.

2 Komentar

  1. makanan apa yang dapat menebabkan penyakit cacar?

  2. kalau luka nya sudah pecah apa yang harus dilakukan?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s